Cerita apa pun. Didengarkan sepenuh hati.
tebi nyambungin kamu ke teman bicara sungguhan lewat telepon. Mau curhat, mau ditemenin nugas, mau diem-dieman dulu juga boleh. Anonim, nggak dihakimi, nggak direkam.
tebi itu tempat kamu ngobrol dan mencurahkan emosi. Jangan Kamu Pendam Sendirian.
Ini kan yang kamu rasain
Capek seharian, tapi pas ditanya capek kenapa, bingung jawabnya.
Buka HP, tutup, buka lagi. Padahal nggak nyari apa-apa.
Rame pas lagi sama temen. Sunyi pas pintu kamar ketutup.
Badan udah minta tidur, kepalanya masih rame.
Pengen cerita, tapi bingung mulai dari mana dan ke siapa.
Sebenernya cuma cukup diceritain kok.
Kenapa malah lebih lega cerita ke orang yang nggak kenal kamu
Bukan karena temen kamu nggak peduli. Tapi orang yang nggak kenal kamu itu nggak bawa apa-apa ke obrolan.
Besoknya nggak ada yang berubah
Cerita ke temen artinya besok dia masih di grup, masih inget, masih tahu. Ke orang yang nggak kenal kamu, ceritanya kelar pas teleponnya kelar.
Nggak perlu jaga image
Ke orang yang udah kenal kamu, separuh tenaga habis buat jagain versi diri kamu yang terlanjur mereka kenal.
Nggak ada yang perlu dibelain
Dia nggak kenal mantan kamu, nggak kenal dosen kamu, nggak kenal ibu kamu. Jadi nggak ada satu pun yang perlu dia belain.
Kamu yang nentuin kapan selesai
Nggak ada utang budi, nggak ada giliran dengerin balik, nggak ada yang tersinggung kalau kamu udah cukup.
Cerita tanpa takut bocor
Yang paling bikin orang nahan cerita bukan malu — tapi takut ceritanya nyampe ke orang lain. tebi dibangun biar rasa takut itu ilang.
Nggak direkam
Nggak ada rekaman suara, nggak ada catatan isi obrolan. Bukan cuma janji di halaman ini — emang nggak pernah disimpan.
Nomor nggak ke mana-mana
Teleponnya jalan di dalam aplikasi. Nggak ada nomor yang pindah tangan, jadi nggak mungkin bocor.
Kamu tetap anonim
Cukup nama samaran. Tanpa foto, tanpa nama asli, tanpa media sosial.
Pendengarnya dicek dulu
Semua Pendengar dicek identitasnya dan lulus pelatihan dulu sebelum boleh nerima panggilan dari kamu.
karena kamu butuh tempat untuk cerita.
Survei I-NAMHS 2022 — UGM, Kemenkes RI, University of Queensland, Johns Hopkins.
Tiga cara ditemenin
Semua lewat suara, di dalam aplikasi. Tanpa video, tanpa foto, tanpa tukar nomor.
Dan nggak harus ada yang berat. Banyak yang pakai tebi cuma karena kamar kerasa sepi banget pas lagi ngerjain tugas jam 1 pagi.
Harga tiap layanan diumumkan saat peluncuran.
Tiga langkah, nggak ribet
Pilih teman bicara kamu
Lihat siapa yang lagi ada, dengerin dulu suaranya. Pilih yang paling kerasa nyambung buat kamu.
Ngobrol
Teleponnya jalan di dalam aplikasi. Kamu pakai nama samaran — nggak ada yang tahu kamu siapa, termasuk orang di ujung sana.
Selesai, dan kamu lebih lega
Teleponnya kelar tanpa rekaman, tanpa jejak. Yang ada hanya ketenangan.
Diomongin doang, emang ngefek?
Masalahnya jadi ada bentuknya
Selama cuma muter di kepala, semuanya kerasa berantakan dan nggak ada ujungnya. Begitu diomongin, dia jadi sesuatu yang kelihatan — dan yang kelihatan lebih gampang dihadapin.
Kamu denger cerita kamu sendiri
Seringnya jawabannya udah ada di kamu. Yang kurang cuma satu: kesempatan ngomonginnya keras-keras ke orang yang mau diem dan dengerin.
Nggak kamu tanggung sendirian
Yang paling bikin lega bukan masalahnya kelar, tapi kamu nggak nanggungnya sendirian. Selama teleponnya jalan, ada satu teman bicara yang beneran ada di situ.
Ceritakan semua. Nggak ada yang nyimpen, nggak ada yang inget-inget.
Yang sering ditanya
tebi ini konseling ya?
Bukan. tebi itu teman bicara — orang yang dengerin, bukan tenaga profesional. Kami nggak mendiagnosis, nggak memberi saran psikologis, dan nggak menggantikan bantuan profesional. Kalau kamu butuh penanganan profesional, kami arahkan ke layanan yang tepat.
Siapa sih yang bakal dengerin cerita aku?
Orang biasa yang lolos cek identitas dan pelatihan wajib — soal cara dengerin, batas yang nggak boleh dilewatin, dan cara ngenalin tanda bahaya. Mereka juga pakai nama samaran, jadi kalian sama-sama anonim.
Cerita aku aman nggak?
Panggilan nggak pernah direkam dan isi obrolan nggak pernah disimpan. Nomor telepon kamu nggak pernah dikasih ke siapa pun. Yang kami simpan cuma data teknis kayak durasi dan waktu — nggak pernah isinya.
Mahal nggak?
Kamu pilih paket durasi dulu sebelum nelepon — misalnya 30, 60, atau 120 menit — terus bayar di dalam aplikasi. Makin panjang paketnya, makin murah per menitnya. Satu hal yang perlu kamu tahu dari awal: kalau kamu sendiri yang nutup teleponnya lebih cepat, sisa menit di paket itu hangus dan nggak bisa dipakai lagi lain waktu. Kalau belum yakin butuh berapa lama, ambil yang pendek dulu aja. Panggilan yang putus di bawah satu menit nggak ditagih, dan kalau Pendengarnya nggak ngangkat, duit kamu balik penuh. Panggilan Pagi bentuknya langganan bulanan. Harga tiap layanan diumumkan pas peluncuran.
Umur berapa yang boleh pakai?
Minimal 13 tahun. Buat yang di bawah 18 tahun, butuh persetujuan orang tua sesuai aturan pelindungan anak di ruang digital.
Kapan tebi bisa dipakai?
tebi lagi dibangun. Daftar sekarang biar jadi yang pertama dikabarin pas pendaftaran dibuka — sekalian dapet harga perkenalan.
Aku canggung banget sama orang baru. Gimana?
Wajar banget, dan itu bukan masalah. Banyak panggilan mulainya dari diem beberapa menit dulu. Pendengar nggak akan maksa kamu ngomong — mereka dilatih buat nunggu. Kamu juga nggak harus tahu mau cerita apa; boleh mulai dari hal random.
Boleh nggak kalau aku cuma pengen didengerin, bukan dikasih saran?
Boleh, dan itu malah yang standar di tebi. Pendengar nggak ngasih nasihat kecuali kamu yang minta.
tebi bukan cuma buat cewek kan?
Bukan, buat cowok juga. Capek jaga image itu nggak kenal cowok atau cewek — yang beda cuma seberapa sering orang dikasih ruang buat ngakuinnya.
Mau jadi yang pertama nyobain?
Daftar sekarang, gratis. Kami kabarin pas tebi siap, dan kamu dapet harga perkenalan.
Makasih. Kami kabarin lewat kontak yang kamu isi.